Selain Kesehatan, Cuaca Dingin Juga Memengaruhi Performa Seks

Suara.com – Cuaca dingin identik dengan munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti batuk, pilek, dan berbagai gejala alergi seperti bersin dan sesak napas. Dan ternyata tak hanya itu, cuaca dingin ternyata juga bisa bikin penampilan dan performa seks kamu jadi buruk. Kok bisa?

Dilansir dari The Independent, sebuah jajak pendapat terhadap 2.000 orang dewasa mengatakan bahwa cuaca dingin dan mendung dapat memicu munculnya masalah kesehatan, membuat suasana hati jadi buruk, dan berkurangnya motivasi secara keseluruhan.

Satu dari 20 responden survei mengatakan kehidupan seks mereka juga jadi terganggu saat cuaca dingin. Yang lain menyatakan bahwa mereka memiliki lebih sedikit energi, berjuang untuk bangun, dan mengalami sakit serta nyeri pada sendi dan otot.

Banyak yang mengaku mereka lebih suka makan makanan yang tidak sehat atau bergula saat cuaca dingin. “Hal ini menunjukkan bahwa banyak dari kita yang merasa sedih ketika cuaca berubah menjadi lebih dingin,” kata Dr. Meg Arroll, seorang psikolog.

“Penyebabnya mungkin karena kurangnya cahaya matahari dan ketidaknyamanan yang dirasakan, seperti adanya angin dan hujan.”

“Dan tentu saja, ada lebih banyak kasus batuk dan pilek selama cuaca dingin yang memengaruhi kondisi fisik dan suasana hati kita. Tapi aspek yang menggembirakan dari survei ini adalah bahwa lebih dari seperempat responden menyatakan mereka mengambil langkah aktif untuk melindungi kesehatan di musim dingin.”

“Ini adalah kunci untuk kesehatan yang baik karena kita mungkin tidak dapat mengendalikan cuaca, tetapi kita dapat mengendalikan dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan dan kondisi tubuh kita.”

Empat puluh satu persen dari responden mengatakan bahwa mereka lebih terpengaruh oleh pilek dan flu selama bulan-bulan musim dingin, sementara 31 persen percaya bahwa mereka paling tidak suka dengan kondisi kulit kering.

Tiga dari 10 mengatakan mereka memiliki lebih sedikit energi dan merasa lebih lelah, sementara 22 persen percaya bahwa berat badan mereka bertambah saat cuaca dingin.

Hampir 6 dari 10 responden mengatakan suasana hati mereka umumnya lebih buruk saat cuaca dingin, dengan 66 persen di antaranya menyebut bahwa penyebabnya adalah langit pagi yang gelap.

Setengah dari mereka yang disurvei mengatakan mereka lebih mungkin sakit saat cuaca dingin, mengalami rata-rata dua kali pilek di bulan September hingga Februari.

Lebih dari 40 persen mengatakan mereka lebih termotivasi untuk berolahraga saat cuaca panas dan cerah. Lebih dari separuh mengatakan bahwa pola makan mereka berubah saat dingin, dengan dua pertiga beralih ke makanan yang bikin nyaman.

Tetapi 27 persen responden juga mengatakan mereka melakukan langkah-langkah tambahan untuk menjaga kesehatan dan penampilan mereka saat suhu menurun.

Setengah dari mereka yang disurvei mengatakan mereka mengonsumsi suplemen kesehatan dan menggunakan pelembab ekstra untuk menghindari kulit kering, 33 persen tidur lebih cepat, dan 23 persen mencoba untuk memperbaiki diet.

Dr. Brewer berkata, “Diet harus selalu didahulukan, jadi fokuslah untuk konsumsi setidaknya buah dan sayuran untuk meningkatkan kekebalan tubuh berkat kandungan vitamin C-nya, ditambah dua porsi ikan berminyak per minggu untuk mendapatkan asupan omega 3 dan vitamin D. Uji klinis menunjukkan bahwa mengisap zinc acetate lozenges secara signifikan mengurangi gejala flu biasa dibandingkan dengan plasebo.”

“Mengonsumsi tablet zinc dan vitamin C untuk mencegah masuk angin juga merupakan strategi yang cukup banyak dilakukan saat cuaca dingin.”