Disayangkan, Frankfurt Motor Show 2019 Terancam Kurang Seru

Suara.com – Internationalen Automobil Ausstellung (IAA) atau lebih akrab disebut Frankfurt Motor Show adalah salah satu pentas otomotif besar di benua Eropa. Berlokasi di kompleks pameran Messe Frankfurt, Frankfurt Am Main, Jerman, ke sinilah para produsen unjuk produk andalan mereka. Mulai mobil baru sampai konsep, mulai edisi khusus sampai limited edition, semua tumpah ruah di sini.

Sayangnya, buat penyelenggaraan 2019, dikhawatirkan “kompetisinya” tak seseru tahun-tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pentas motor show ini adalah salah satu yang tertua di dunia, karena telah eksis sejak 1897.

Para pembesar Volkswagen di IAA Frankfurt Motor Show 2017, dari kiri ke kanan: Dr. Herbert Diess, Dr. Frank Welsch,Klaus Bischoff, dan Juergen Stackmann [Shutterstock].Para pembesar Volkswagen di IAA Frankfurt Motor Show 2017, dari kiri ke kanan: Dr. Herbert Diess, Dr. Frank Welsch,Klaus Bischoff, dan Juergen Stackmann [Shutterstock].

Seperti diwartakan Xinhua, Frankfurt Motor Show 2019 akan dipentaskan pekan depan. Sayangnya, terjadi sekian banyak pernyataan pembatalan dari para calon exhibitor.

Nama-nama besar seperti Aston Martin, Ferrari dan Rolls-Royce akan hilang dari pameran otomotif. Demikian juga manufaktur yang secara geografis jauh dari benua Eropa, seperti Chevrolet, Fiat, Jeep, Mazda, Nissan, Peugeot, Toyota dan Volvo.

Sedangkan pabrikan asal China, seperti perusahaan mobil listrik start-up Byton dan Great Wall dengan merek Wey, akan turut berpartisipasi.

Diagendakan setiap dua tahun sekali, terakhir pada 2017 mampu menyedot seribu peserta pameran. Dan kali ini susut menjadi 800 saja. Sementara ditinjau dari sisi pengunjung, jumlah pengunjung pada 2017 adalah 810 ribu orang, sementara pada 2015 mampu meraih angka 932 ribu pengunjung.

Tiga mobil Jaguar Land Rover yang akan membintangi film Spectre diperkenalkan di Frankfurt Auto Show, September 2015 [Screenshot YouTube/Jaguar].Tiga mobil Jaguar Land Rover yang membintangi film Spectre diperkenalkan di Frankfurt Auto Show, September 2015 [Screenshot YouTube/Jaguar].

“Angka-angka ini akan mencerminkan tren “pameran motor tradisional kehilangan kepentingan di seluruh dunia, karena permintaan pelanggan telah berubah dengan cepat,” analisa Stefan Bratzel, Direktur Center of Automotive Management (CAM).

Menurutnya, kini para produsen lebih suka mengatur pameran sendiri, dalam artian cukup memamerkan produk baru kepada para jurnalis.